Showing posts with label teori perjuangan. Show all posts
Showing posts with label teori perjuangan. Show all posts

Friday, August 6, 2021

Catatan Singkat tentang "Benar" lawan "Tipu" menurut Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy

 

Alm. Pdt. Emeritus Ki'marek Karoba Tawy

 Di antara melawan dusta atau ketidak-benaran dan membela kebenaran, yang diajarkan Alkitab ialah mengabaikan kedua-duanya, karena berdasarkan hukum alam, yaitu hukum yang ditetapkan Allah untuk dipelajari dan dipatuhi manusia, membela kebenaran bukanlah cara untuk mengalahkan ketidak-benaran atau kesalahan; dan juga menyalahkan kesalahan bukan juga caranya.

  • Kalau begitu apa caranya?

Menurut Alkitab: Injil Yohanes 8:32 TB

dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”<https://www.bible.com/id/bible/306/JHN.8.32.TB>
Menurut Injil Yohanes kita harus mengetahui kebenaran dan dengan demikian secara otomatis kebenaran itu akan mengalahkan dusta. 

Kita sederhanakan dengan contoh. Kalau Anda mau menerangi sebuah ruangan, apakah kita mengurangi gelap? 
Kalau kita harus mengurangi gelap untuk menerangi ruangan, maka itu sebuah tindakan yang tidak akan pernah berhasil, karena kegelapan memang tidak pernah ada.

Yang ada ialah ketiadaan terang. Terang yang absen inilah yang kita beri nama gelap. Sama dengan it, dusta ialah ketiadaan kebenaran. Sama dengan itu, dosa artinya hadirat Allah absen.

Kita ingat waktu manusia memakan buah terlarang di Taman Eden maka kemuliaan Allah lenyap. Hadirat Allah memudar. Oleh sebabnya Allah mencari.manusia dan memanggil "di manakah engkau?"

Untuk mengurangi kegelapan dalam suatu ruang, kita harus menerangi ruangan tersebut dengan lampu. Seterang apa atau segelap apa ruang dimaksud ditentukan oleh seberapa kuat terang yang kita hadirkan. Sebuah lampu pijar atau neon dengan daya yang besar tentu saja akan menerangi ruangan yang besar.

Jadi, untuk mengalahkan gelap, kita tidak berusaha melakukan sesuatu terhadap gelap. Tetapi sebaliknya kita justru menghadirkan dan memperbesar terang dan daya. Karena pada hakekatnya gelap iti tidak pernah ada. Yang ada ialah ketiadaan terang atau.kehilangan kemuliaan Allah.

Sama dengan itu, untuk menghilangkah dingin, kita tidak melakukan apa-apa terhadap atau atas dingin, tetapi yang kita lakukan ialah menghadirkan panas dan selanjutnya bila perlu memperbesar panas. Karena dingin sama dengan kekurangan dan ketiadaan panas.

Sama dengan itu untuk mengalahkan tipu-daya NKRI di West Papua, maka orang Papua tidak perlu mencari-cari, merumuskan dan menyerang kesalahan-kesalahan NKRI di West Papua, akan tetapi orang Papua harus memperbesar hal-hal positive, hal-hal baik, hal-hal yang menguntungkan kalau Papua Merdeka. Bertekun dan bertekun dalam perjuangan. Saling merendahkan diri! Saling mengampuni! Saling memperbaiki! Bersatu di dalam Yesus Kristus.

Untuk menentang ketisak-benaran dan kejahatan NKRI maka West Papua dan ULMWP lewat UUDS NRWP harus mampu menghadirkan kebenaran, kedamaian, Sukacita, harmony agar dinikmati oleh OAP dan orang Amber di Tanah Papua.

Maka secara otomatis, Tuhan akan beperang melawan tipu-daya, teror dan intimidasi, penangkapan semena-mena, pemenjaraan tanpa proses hukum yang adil, peradilan berat sebelah, penyiksaan, bahkan sampai pembunuhan atas orang Papua.

Di hari duka yang mendalam, hari ini ayahnda tercinta Pdt. Emeritus Ki'marek Kaorba Tawy yang telah dipanggil Tuhan pada pukul 01.01 Waktu West Papua di Guest House 8plus1.org Wamena, catatan ini disampaiakn menjadi renungan bersama.


Monday, November 9, 2020

Dua Perspektif Perlawanan: Menentang dan Merebut

 Ada dua persektif yang secara fundamental berbeda, walaupun menggunakan kata yang sama, dari kata "lawan" atau "melawan" atau "perlawanan".

Melawan = Menentang

Yang pertama adalah perlawanan yang artinya melawan atau menentang atau bertolak-belakang dengan apa yang ada saat ini. 

Dibandingkan dalam pertandingan sepak bola, maka perlawanan yang menentang ialah permainan bertahan (defensive), di mana kesebelasan yang diturunkan bermain untuk mempertahan apa yang mereka miliki.

Dalam permainan defensive kebanyakan energi dan perhatian diberikan kepada pemain lawan, terutama kelebihan, kekurangan dan cara-cara untuk mengatasi serangan lawan yang dimotori oleh sang striker. Orang kedua yang diperhatikan ialah penyerang sayap kiri dan sayap kanan. Tiga orang ini akan menjadi pembahasan dan fokus utama.

Melawan = Merebut

Berbeda dengan itu, kalau kesebelasan yang bersangkutan menerapkan sistem menyerang, atau offensive, maka fokus utama permainan ialah bagaimana mengoptimalkan kemampuan dari stikernya dan pemain sayap kiri dan kanan dari kesebelasannya. Fokus utama ialah bagaimana mencetak goal di gawang lawan.

Permainan offensive ini dalam konsep kedua dari kata melawan kita sebut "berjuang untuk merebut" atau mendapatkan sesuatu. Dengan fokus merebut kemenangan, maka semua kekuatan dikerahkan untuk "merebut" kemenangan.

Perjuangan Papua Merdeka?

Perjuangan Papua Merdeka menjalani kedua-duanya, tetapi mari kita lihat perbedaan keduanya dalam perilaku perjuangan Papua Merdeka. Perbedaan yang dipetakan dis ini bukan antara yang pro dan yang kontra Papua Merdeka, tetapi konsep pemikiran, konsep wacana dan tindakan-tindakan yang dilakukan dalam kampanye Papua Merdeka yang mencerminkan apakah perjuangan Papua Merdeka ini lebih dalam rangka menentang NKRI ataukah lebih bertujuan merebut kemerdekaan Negara Republik West Papua (NRWP).

Yang dilakukan orang Papua yang Berjuang Melawan Indonesia

Pejuang Papua Merdeka yang berjuang menentang NKRI akan melakukan hal-hal berikut:

  1. Selalu membaca status dan berita-berita dari Jakarta, dan yang dilakukan pemerintah Indonesia;
  2. Selalu memikirkan, memberikan pendapat atau mengambil kesimpulan berdasarkan apa yang terjadi di Jakarta atau di Indonesia, atau apa yang dikatakan dan dilakukan oleh orang Indonesia, baik masyarakat umum tetapi terutama pejabat NKRI.
  3. Menghabiskan banyak waktu berdiskusi tentang apa saja yang dikatakan orang Indonesia dan NKRI.

Yang dilakukan orang Papua yang Berjuang Merebut Kemerdekaan

Pejuang Papua Merdeka yang berjuang untuk merebut kemerdekaan, atau untuk memerdekakan wilayah West Papua dari penjajahan akan melakukan hal-hal berikut:
  1. Lebih banyak memikirkan dan menceritakan bagaimana kehidupan setelah Papua Merdeka dan berdaulat penuh di luar NKRI.
  2. Lebih fokus berpikir tentang sasaran, langkah-langkah, strategi untuk Papua Merdeka dan berdaulat di luar NKRI.
  3. Memiliki konsep dan abstraksi yang jelas tentang ciri-ciri West Papua yang merdeka dan berdiri sendiri.
  4. Tidak akan pusing dengan apapun yang dipikirkan, dikatakan atau dilakukan oleh NKRI atau orang Indonesia.

Yang dilakukan orang Papua yang tidak percaya diri

Di antara kedua jenis orang berdasarkan konsep perlawanan "melawan" dan "memperjuangkan" ini, ada juga orang Papua yang tidak melawan dan juga tidak memperjuangkan apa-apa.

Kalau begitu apa kerjanya?
  1. Dia bicara tentang Papua Merdeka, tetapi orientasi berpikirnya selalu ke belakang, selalu bicara tentang penjajahan Belanda, selalu bercerita tentang Jacob Prai dan Seth Roemkorem, selalu berpatokan kepada apa yang telah terjadi, telah berlalu.|

  2. Dia selalu mengupdate status tentang apa saja yang terjadi di Amerika Serikat, Austarlia dan Inggris, tiga negara yang mewarnai politik global hari ini. Dengan mengupdate states tentang apa yang sedang terjadi dan perkembangan di sana, mereka mengkait-kaitkannya dengan Papua Merdeka. Mereka mengemukakan harapan-harapan dan doa-doa manis. Mereka percaya bahwa Papua Merdeka bukan direbut, bukan juga didapatkan dngan melawan NKRI, akan tetapi akan diberikan cuma-cuma oleh negara-negara barat.

    2.1
    Logika pertama, karena negara barat yang bikin salah jadi mereka harus memperbaiki kesalahan dan mereka akan memperbaiki kesalahan, maka itu kita harus berdoa dan berharap.
    2.2 Mereka itu negara-negara Kristen, jadi pasti akan membantu West Papua.
    2.3 Mereka yang dulu lepaskan bangsa Papua dari perang suku, isolasi dan kekafiran, jadi kemerdekaan politik juga pasti berasal dari mereka. Kuncinya mereka ada pegang, bukan ada di Indonesia, apalagi di tangah orang Papua tidak ada.

  3. Mereka tidak pernah mengikuti pertemuan, tidak pernah memberikan sumbangan keuangan, sumbangan tenaga sumbangan pikiran kepada perjuangan Papua Merdeka, tetapi mereka selalu muncul tiba-tiba, entah dari mana tidak tahu, lalu bicara Papua Merdeka. Penyebabnya ialah mereka secara tersirat menganut pemikiran bahwa kemerdekaan akan turun sesuai waktunya, entah menurut rencana Allah atau menurut nasib-basiban.

Komentar Penutup 

Kita tidak berbicara tentang benar-salah, boleh-jangan, tetapi kita berbicara tentang pilihan yang dapat kita ambil untuk Papua Merdeka. 

Pilihan pertama ialah berjuang terus melawan NKRI, karena nanti NKRI yang memberikan kemerdekaan kepada bangsa Papua.

Pilihan kedua, jangan berharap kepada siapapun, percayalah kepada diri sendiri, perjuangkan apa yang mau anda perjuangkan, dan bertekun sampai mencapai cita-citamu.

Pilihan ketiga, jangan datangkan banyak masalah buat hidupmu, tinggal saja dan berdoa. Kemerdekaan akan datang kalau Tuhan kehendaki. Setiap masalah pasti ada solusi. Tuhan akan mengirim malaikatnya, mengirim negara Kristen barat untuk membebaskan bangsa Papua dari penjajahan.

Siapakah Anda?

Kalau saya memilih berpihak kepada kelompok orang Papua yang kedua, yaitu berjuang untuk merebut kemerdekaan. Itulah sebabnya sudah 20 tahun genap saya habiskan masa hidup saya menulis buku, berteori dan memperjuangkan Papua Merdeka.

Saya tidak pernah berharap kepada orang Indonesia ataupun orang Barat. Sedikitpun tidak!

Pengharapan saya yang pertama dan terutama ada dalam Yesus Kristus, Tuhan, Pencipta, Juruselamat, Gembala, Hakim Agung, Panglima Mahatinggi Komando Revolusi Semesta Alam Sepanjang Masa, dan kedua percaya kepada anak pilihan-Nya untuk tugas pembebasan bangsa Papua, yaitu diri saya sendiri, dan kepada semua pejuang Papua Merdeka di manapun Anda berada. 

Oleh karena itu perjuangan ini telah saya jalani dengan totalitas: meninggalkan jabatan yang menggiurkan di Universitas Cenderawasih, NIP PNS yang menjamin keluarga saya dan ketenangan hidup.

Tentu saja dan saya tahu itu, saya tidak berhak memaksa Anda berpihak ke mana. Tugas saya hanya menerangi jalan, dan memberitahukan jalan yang telah saya pilih. Hanya itu...