Wednesday, January 31, 2024

Pentingkah Bahasa Lokal? Tinjauan Kamus Bahasa Lani oleh Withen Tabenak Kolago



Oleh. GASPER TABUNI , Analis Sistem dan Aktivis Transformasi Kunume Wene 

Dalam peta kebudayaan yang luas dan beragam, bahasa lokal memegang peranan yang tak tergantikan, sebuah fakta yang tercermin dengan indah dalam karya Tabonenak Withen Kolago, penulis kamus bahasa Lani, salah satu suku di Papua. Melalui kamus ini, Kolago tidak hanya melestarikan leksikon suku Lani, tetapi juga mengundang kita untuk mempertimbangkan nilai intrinsik bahasa lokal dalam konteks global.

Menurut para ahli linguistik, setiap bahasa adalah kunci untuk memahami cara pandang dunia unik suatu komunitas. Bahasa Lani, sebagai contoh, menawarkan wawasan tentang bagaimana suku ini berinteraksi dengan alam dan satu sama lain, serta bagaimana mereka memahami konsep seperti waktu, ruang, dan komunitas. Studi bahasa seperti ini memberikan kita akses ke keragaman persepsi manusia, yang, seperti yang diungkapkan oleh ahli linguistik Noam Chomsky, adalah jendela untuk memahami potensi dan batasan pikiran manusia.

Kamus ini juga berbicara tentang pentingnya pelestarian bahasa. UNESCO telah lama menyuarakan keprihatinan atas punahnya bahasa-bahasa lokal dan dampaknya terhadap keanekaragaman budaya. Bahasa Lani, seperti banyak bahasa lokal lainnya, mengandung pengetahuan yang tidak tercatat dalam bahasa atau budaya lain. Mereka adalah sumber kearifan lingkungan, praktik sosial, dan sejarah, yang jika hilang, akan menghilangkan bagian penting dari warisan kemanusiaan.

Lebih jauh, kamus Kolago merupakan contoh nyata dari teori dekolonisasi bahasa. Ini adalah tindakan pemberdayaan – sebuah usaha untuk mengembalikan kekuasaan kepada masyarakat adat dalam menjaga dan mengembangkan warisan mereka. Sebagaimana diungkapkan oleh Ngũgĩ wa Thiong'o, penulis dan aktivis dari Kenya, menguatnya bahasa lokal adalah langkah penting dalam menolak dominasi budaya dan linguistik yang diwariskan oleh masa kolonialisme.

Terakhir, kamus ini menunjukkan bagaimana bahasa lokal dapat menjadi alat pendidikan yang efektif. Menurut psikolinguistik, pembelajaran dalam bahasa ibu dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi dalam pendidikan. Ini juga membantu dalam pengembangan identitas pribadi dan komunal, yang penting untuk kesehatan mental dan stabilitas sosial.

Dalam kesimpulannya, kamus bahasa Lani oleh Tabonenak Withen Kolago adalah lebih dari sekedar kompilasi kata. Ini adalah manifesto tentang pentingnya bahasa lokal, tidak hanya untuk masyarakat yang berbicara bahasa tersebut, tetapi juga untuk keseluruhan keanekaragaman dan kekayaan kultural dunia kita. Karya seperti ini mendemonstrasikan bahwa setiap bahasa yang terawat dan dilestarikan adalah langkah maju dalam menghargai dan memahami keragaman luar biasa dari pengalaman manusia.

#Kamus
#KamusLani
#KamusBahasa
#KunumeWene
#KunumeWone
#KurumbiWone
#Dekolonisasi

Thursday, January 25, 2024

Sadio Mane: "When I left Bambali my hometown, I promised three things

Sadio Mane: "When I left Bambali my hometown, I promised three things. Not to disappoint my parents, become a professional football player and return to my village to build a school." 

So far, he has:  

Built a $693,000 hospital, 
 
Built a Stadium

Built a $350,000 school,  
Gives each family €70 monthly,  

Provides 4G internet,  

Gives laptops to students.

Tuesday, December 12, 2023

MENGAPA KONGRES I ULMWP BERGULIR DI SENTANI, JAYAPURA 20 - 23 NOVEMBER 2023?

MIMBAR PENDIDIKAN POLITIK SERI 26.
28 November 2023.
Pendekatan Ilmiah dan kajian Akademik.
Oleh: Jacob Rumbiak, Senior Research Associate.

I. PROSES KTT 2 ULMWP AGUSTUS 2023 DI VANUATU TAK BERETIKA
Berdasarkan dokumen resmi Badan Monitoring, Pengamat dan Kajian Urusan Luar Negeri ULMWP sebelum hingga saat KTT 2 ULMWP berlangsung di Port Vila Vanuatu Agustus 2023 teramat sangat bertentangan dengan ETIKA. Apa itu Etika?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas,

Etika atau tata susila adalah konsep penilaian sifat kebenaran atau kebaikan dari tindakan sosial berdasarkan kepada tradisi yang dimiliki oleh individu maupun kelompok. Pembentukan etika melalui proses filsafat sehingga etika merupakan bagian dari filsafat. Unsur utama yang membentuk etika adalah moral. Etika hanya mengatur tentang cara manusia dalam bertindak dan tidak memperhatikan kondisi fisik dari manusia. Ruang lingkup etika meliputi analisis dan penerapan konsep mengenai kebenaran, kekeliruan, kebaikan, keburukan, dan tanggung jawab. 

Pengelompokan etika secara umum terdiri dari etika deskriptif, etika normatif, etika deontologi, dan etika teleologi. Manfaat dari etika adalah adanya pengendalian diri individu yang dapat mempermudah pemenuhan atas kepentingan kelompok sosial. 

BILA ULMWP MEMILIKI ETIKA maka seharus hasil kesepakatan 4 Jul 2023 semua pihak (eksekutif, legislatif dan yudikatif) setuju memprioritaskan keanggataan penuh ULMWP di MSG itu berarti sejak juli hingga Agustus 2023 ULMWP wajib bekerja ekstra tenaga dan keuangan untuk melobing negara-negara anggota MSG agar sukses ULMWP dalam keangotaan MSG terpenuhi.

KENYATAAN: TERDAPAT PEJABAT ULMWP DAN PARA PENGIKUTNYA TIDAK BERETIKA artinya, mereka menggunakan segala cara dan segala fasilitas, khususnya keuangan hanya untuk mendatangkan jumlah besar pendukung mereka (40-an orang) hadir di Vanuatu hanya untuk melengserkan Pemerintahan Seemntara ULMWP yang sah berdasarkan Isi UUD Sementara ULMWP November 2020. 

Pengalaman saya selama melaksanakan tugas lobi selalu selama 20-an tahun selalu ketat menempel dekat dengan Menteri Luar Negari baik MSG, PIF maupun ACP hingga summit summit berjalan. Kenyataan di Vanuatu saat summit berlangsung di Port Vila Vanuatu proses lobing yang benar dan beretika tidak terjadi, malah TINDAKAN TAK BERETIKA yang berlangsung. Salah satunya penggunaan anggaran yang besar mendatangkan jumlah besar orang Papua ke Vanuatu TIDAK EFEKTIF DAN TIDAK BERDAYAGUNA. Ketika berada di Vanuatu ULMWP tidak menjadi anggota penuh MSG lalu saling lempar kesalahan. 

Etika yang benar adalah internal ULMWP seharusnya diselesaikan ke dalam ULMWP itu sendiri di dalam negeri Papua Barat dan BUKAN dibawa untuk dibicarakan di luar rumah Papua. Para pemimpin MSG dengan jelas mengingatkan kami para diplomat bahwa internak kamu ULMWP diselesaikan ke dalam ULMWP sendiri di Papua agar tidak digunakan pihak musuh untuk menghancurkan perjuangan Papua yang telah mengalami kemajuan besar dan luas di level lokal, regional dan internasional. 

II. PROSES KTT 2 ULMWP AGUSTUS 2023 DI VANUATU TIDAK BERMORAL
Defisi Moral adalah: "KESATUAN ANTARA PIKIRAN, BICARA dan TINDAKAN"

Definisi Moral tersebut menjadi alat ukur yang dipakai untuk memastikan bahwa KTT 2 ULMWP di Port Vila Vanuatu Agustus 2023 TIDAK BERMORAL. Buktinya pada 4 Juli 2023 semua petinggi ULMWP BICARA sepakat memprioritaskan ULMWP keanggotaan dalam MSG. Ternyata PIKIRAN beberapa elit ULMWP berobah mengantar mereka membawa pendukung mereka sebanyak 40-an orang Papua tiba di Port Vila Vanuatu BERTINDAK lain atau dengan kata lain: pikiran lain, bicara lain dan tindakanpun lain. 

Bila bermoral baik maka seharusnya pembicaraan setuju pada 4 Juli 2023 di iringi pikiran yang sama disertai tindakan yang sama sehingga tidak perlu mendatangkan 40-an ke Vanuatu, melainkan uang tersebut bisa digunakan untuk tindakan lobing pemimpin MSG sejak Juli - Agustus 2023 untuk prioritas keanggotaan penuh ULMWP di MSG.

III. KTT 2 ULMWP DI VANUATU AGUSTUS 2023 MENYALAHI PROSES KEPATUHAN

Sebelum penulis menjelaskan ketidakpatuhan ini, terlebih dahulu pembaca wajib tahu bahwa VISI ULMWP adalah mendirikan Negara Papua Barat Merdeka yang berdaulat pisah dari Negara Republik Indonesia. 

Sesuai VISI tersebut di atas maka mau tidak mau, suka atau tidak suka STATUS ULMWP HARUS di naikan dari Non Government Organisation(NGO) menjadi Government (Building State) berdasarkan Konvensi Motevideo tahun 1933 yakni PEMENUHAN UNSUR MENDIRIKAN NEGARA PAPUA BARAT yakni:

1). harus punya WILAYAH; 
2). harus punya RAKYAT; 
3). harus punya PEMERINTAHAN;
4). harus punya HUBUNGAN dengan negara-negara merdeka anggota PBB;
5). harus memiliki negara merdeka anggota PBB sebagai NEGARA SPONSOR.

Tindakan KTT 2 ULMWP di Port Vila Vanuatu Agustus 2023 secara nyata mempertotonkan kepada semua pihak (lokal Papua, regional dan internasional) atas ketidakpatuhan perjuangan Papua Barat Merdeka.
Buktinya, MENIADAKAN Unsur Pemerintahan, satu dari 5 unsur syarat mendirikan negara Papua Barat.
Lebih aneh lagi, kepemimpinan ULMWP yang lahir lewat KTT 2 ULMWP di Vanuatu Agustus 2023 telah meniadakan Unsur Pemerintahan ULMWP tetapi masih menggunakan istilah trias politika (Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif).

INGAT! BILA PROSES ETIKA, MORALITAS DAN KEPATUHAN DISELEWENGKAN MAKA KEGAGAL DEMI KEGAGALAN SIAP MENJEMPUTMU DILUAR SANA (Oleh Jacob Rumbiak).
___
https://m.facebook.com/rumbiak.jarum/posts/1494526964735727