Friday, October 1, 2021

The truth about Ordinary Thieves and Political Thieves

*The THIEVES".*

●-There Are Two Types Of 
      Thieves In Every 
      Society:-
1. The Ordinary Thief (OT).
2. The Political Thief (PT).

●-The Ordinary Thief Steals 
      Your:-
       •-Money,  
       •-Bag.
       •-Watch.
       •-Gold Chain.
       •-etc.

●-But, The Political Thief  
      Steals Your:-
       •-Future.
       •-Career.
       •-Education.
       •-Health.
       •-Business.

●-The Most Hilarious Part 
      Is That The Ordinary 
      Thief Will Choose Whom 
      To Rob. But, You Yourself 
      Choose The Political 
      Thief To Rob You.

●-The Most Ironic Part Is 
      That The Police Will 
      Chase And Nab The 
      Ordinary Thief. But, The 
      Same Police Will Look 
      After And Protect The 
      Political Thief.

NOTE:-That Is The Travesty 
             And Irony Of Our 
             Current Society. And, 
             We Blindly Say That 
             We Are Not Blind.

●-The Most Stupid Part Of 
      The Whole Issue Is That 
      We Insult And Fight The
      Ordinary Thief But We 
      Fight Each Other For The 
      Political Thief

                              Take It Or Leave It. 
                                  It's The Truth !
#report

Tuesday, September 28, 2021

Dr Peyon: Tidak ada Satupun Negara harga mati di DunΓ­Γ 

Tidak ada negara statis. Sekuat apa pun sebuah negara akan hancur lebur dan bubar. Banyak bukti, ada banyak negara bubar di dunia ini. 

1). Roma Empire: wilayah kekuasaannya mulai dari Mesir ke laut Kaspia. Kini wilayah itu terbentuk negara-negara berikut: Mesir, Israel, Yordania, Siria, Irag, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Turki, Geogia, dan Azerbaijan. 

2). Persia Empire: wilayahnya mulai dari Mesir ke lembah Hindu Kush. Kini wilayah itu dibentuk negara-negara sebagai berikut: Tajikistan, Pakistan, Afkanistan, sebagian Kasastan, Turmenistan, Iran, Irag, Kuwait, Siria, Yordania, Israel, Mesir, Turki, Geogia, Azerbaijan, sebagian Rumania dan Bulgaria. 

3). Roma Empire: Kekaisaranya mulai dari lembah Babilonia, ke laut Kaspia, mencakup seluruh Afrika Utara, laut hitam, dan mencakup seluruh daratan Eropa hingga Inggris Raya. Wilayah itu dibentuk begitu banyak negara modern saat ini. 

4). Egyptian Empire: Wilayah mulai dari Tunisia di Afrika Utara, Etiopia di Afrika Timur hingga di Selata Persia sebelah timur, dan laut hitam di utara. Kini daerah-daerah itu dibentuk negara baru seperti, Tunisia, Libya, Mesir, Sudan, Eritria, Etiopia, Jaman, Arab Saudi, United Emira Arab, Oman, Gatar, Bahraim, Kuwait, Irag, Israel, Yordania, Sirya, Libanon, Azebaian, Georgia, dan Turkei.

5). Austra-Hungarian Empire: Wilayahnya meliputi dari perbatasan Swiss hingga Rumania. Kini daerah-daerah itu dibentuk beberapa negara seperti, Austria, Chesnia, Hungaria, Kroasia, Slovenia, Bosnia dan Hezovina, Montenegro, Kosovo, Serbia, Rumania, Moldova, Belarus, dan Ukraina.

6). Germany Empire: Menguasai wilayah dari perbatasan Swiss di selatan, Denmark selatan hingga di Estonia. Kini daerah-daerah itu telah dibentuk beberapa negara seperti Jerman, Polandia, Denmak, Estonia dan Lavita. 
     
7). Unisoviet: Meliputi seluruh Eropa Timur dan Asia Barat. Kini wilayah negara Unisoviet itu memisahkan diri dan bentuk sejumlah negara seperti: Armenia; Azerbaijan; Belarus; Estonia; Georgia; Kazakhstan; Kirgizstan; Latvia; Lituania; Moldova; Rusia; Tajikistan; Turkmenistan; Ukraina; Uzbekistan.
 
8). Yugoslavia (Balkan): Wilayah negara ini cukup luas tetapi kemudian dipecah dan bubar kemudian dibentuk beberapa negara: Slovenia, Kroasia, Makedonia, Bosnia-Herzegovina, Bosnia, Herzegovina, Montenegro dan Serbia. 

Di wilayah yang sama atau berbeda terjadi perubahan, kekaisaran lama runtuh muncul kekaisaran baru, raja baru, pusat kekaisaran yang baru. Demikian juga negara-negara modern Unisoviet dan Yugoslavia pecah dan bubar lalu bentuk negara-negara baru karena otoritarianism, ekspansionism, kolonialism, kegagalan distribusi kekuasaan, kegagalan ekonomi dan kegagalan distribusi pembangunan. Negara utamakan kejahatan, anggap diri kuat secara militer dan peralatan perang. Maka akhirnya gagal dan bubar. 

Maka tidak ada negara yang absolut di dunia ini, yang ada hanya perubahan dan perubahan selalu menjadi pemenang.

Tuesday, September 14, 2021

Hukum Keseimbangan Menghasilkan Keselarasan dan Keselarasan ialah Arti Kehidupan yang sesungguhnya

Pengantar Wacana

Dalam buku saya (yang akan segera terbit) berjudul, "Benar!" lawan "Tipu!", saya sebutkan ada dua Hukum yang sering disalah-pahami atau mungkin juga sering dimanipulasi demi kepentingan masing-masing pihak, yaitu Keadilan untuk Perdamaian dan Keseimbangan untuk Keselarasan.

Secara hukum atau rumus baku, keadilan secara otomatis menghadirkan kedamaian. Akan tetapi pemerintah di seluruh dunia hari ini selalu mengatakan bahwa kedamaian dihasilkan oleh warga negara yang tunduk kepada pemerintah dan peraturan negara. Ketaatan kepada hukum negara menghasilkan kedamaian. Padahal ini secara hukum alam tidaklah benar.

Sama dengan itu, secara hukum alam, keselarasan atau harmony dihadirkan secara otomatis oleh kehadiran keseimbangan. Maka hukum keseimbangan menjadi sangat penting dan perlu dipromosikan serta perlu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hukum Keseimbangan dan Perdamaian Abadi

Penganut Hukum Keseimbangan percaya bahwa “kedamaian” dan “ketertiban” akan hadir secara alamiah bilamana kita hadirkan keseimbangan bagi semua pihak, bagi semua sektor, bagi segala aspek, bagi segala lapisan kehidupan, bagi segenap suku-bangsa, bagi segenap komunitas makhluk dan bagi semua tempat.  “Justice for Peace” (keadilan untuk kedamaian) adalah tema mereka, dan bukan “Peace for Justice” (kedamaian untuk keadilan) atau “Order for Peace” (aturan untuk kedamaian). (dalam ibid.)

 Kalau pemerintah Indonesia yang mengatakan, bahwa mereka akan bilang tunduk kepada hukum maka damai, kalau melawan hukum maka tidak ada damai. Mereka akan mengatakan kita harus berdamai dulu, baru keadilan akan datang sebagai hasil dari kedamaian hidup. "Kedamaian" menurut mereka di sini ialah kehidupan yang tidak melanggar hukum negara, yang tunduk sepenuhnya kepada Undang-Undang dan Hukum Pemerintah. Kehidupan yang taat hukum mendatangkan kedamain.

Secara alamiah, yang mendatangkan kedamaian bukanlah oleh tunduk kepada hukum, akan tetapi rasa adil, keadilan-lah yang secara otomatis menghadirkan kedamaian. Di mana ada keadilan, pasti ada kedamaian.Sebaliknya, kalau tidak ada keadilan, di manapun pasti tidak ada kedamaian.

Untuk itu, perdamaian dunia harus dimajukan kepada prinsip mengedepankan keadilan bagi seluruh manusia semesta alam.

Lebih luas daripada itu, keadilan untuk segenap makhluk lain juga akan mendatangkan kedamaian yang abadi dan sejati.

Hukum Keseimbangan Alam dan Perlindungan Alam

Karena Hukum Keseimbangan Alam secara terus-menerus melakukan penyesuaian pada saat terjadi ketidak-seimbangan, maka ia tidak pernah berkompromi dengan apapun yang berat sebelah dan miring sebelah. Sesuai dengan Hukum Keseimbangan Alam yang tidak mengenal maaf dan ampun itu, maka kita tahu hari ini bahwa menebang pohon sembarangan menyebabkan lingkungan alam mudah terkena banjir, tanah longsor, dan kadar air berkurang berakibat kekeringan di mana-mana. Kita telah tahu bahwa mencemari udara lewat gas-gas yang merusak menyebabkan lapisan ozone menipis, yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, dan menimbulkan berbagai penyakit, di antaranya penyakit kulit dan penyakit modern lainnya. Mencemari air, merusak daerah aliran sungai, sehingga kemurnian sungai dan kesehatan segenap makhluk terganggu, banyak makhluk mati.   (dalam ibid.)

Alam memiliki hukum-hukum yang mengaturnya. Manusia belajar dari hukum alam dan kemudian menyusun hukum-hukum untuk mengatur peri kehidupan manusia itu sendiri. Tanpa hukum alam, manusia tidak punya tempat untuk sekolah dan belajar.

Dalam kutipan dari buku yang akan terbit ini memberitahukan dengan jelas bahwa prinsip dasar untuk kehidupan yang hijau, kehidupan yang berkesinambungan yang sesungguhnya, kehidupan yang sesuai dengan kearifan orang Melanesia, ialah kehidupan yang tunduk dan taat kepada Hukum Keseimbangan Alam..

Pentutup

Tentu saja Hukum Keseimbangan Alam butuh kebijakan afrirmative dari manusia untuk menyesuaikan diri dengan hukum alam dimaksud. Manusia tidak cukup hanya melakukan mitigasi bencana, mengurangi pemanasan global, dan kegiatan-kegiatan seperti yang dilakukan manusia modern hari ini. Kita harus mulai dari diri kita sendiri, dari keluarga kita, dari klen dan suku kita, dan dari masyarakat dan bangsa kita sendiri, untuk hidup tunduk kepada Hukum Alam, yaitu terutama hukum keseimbangan alam.

Hukum Keseimbangan Alam ialah hukum yang paling mendasar, hukum yang paling penting dalam menjalani kehidupan sejagat-raya. Tanpa keseimbangan, pasti saja semuanya sudah lama berantakan.

Itulah sebabnya, arti dari kehidupan ini sebenarnya ialah hidup dengan tunduk dan taat kepada huum keseimbangan, bukan hidup untuk mengaktualisasi diri sepuas-puasnya dalam rangka memuaskan ego invidualistik sebagaimana diajarkan dalam tingkat kebutuhan manusia oleh Abraham Maslow.


 

Friday, September 10, 2021

Rekomendasi MU-PBB 2504 Bisa Dicabut Sesuai Tata Cara PBB

By: Kristian Griapon - Jumat , 9 April 2021

Tidak dapat dibenarkan jika ada yang mengatakan Rekomendasi MU-PBB 2504 yang dituangkan dalam bentuk Resolusi menjadi garansi (jaminan) bahwa, “Papua Barat Sudah Final di dalam Negara Republik Indonesia”. Itu adalah pandangan yang keliru, dan pandangan tersebut dapat dipahami sebagai kata-kata penghibur diri dalam menghadapi diplomasi politik luar negeri Indonesia yang semakin rumit, tentang isu hak menentukan nasib sendiri rakyat Papua Barat sebagai suatu bangsa diatas wilayah geografi Papua Barat, yang berkembang dan meluas di hampir seluruh penjuru bumi. Jangan menipu diri membangun narasi poltik tidak mencerdaskan bagi yang tidak mengerti.
Yang menjadi pertanyaan, Resolusi PBB 2504 itu dalam bentuk apa dikatakan final, apakah dalam bentuk keputusan yang mengikat atau rekomendasi yang sifatnya tidak mengikat?
Sebuah keputusan PBB yang dituangkan dalam bentuk resolusi sewaktu-waktu dapat dicabut seiring dengan evolusi perkembangan hukum internasional, terkecuali deklarasi dan keputusan-keputusan yang melalui transpormasi menjadi hukum kebiasaan internasional yang mengikat semua anggota PBB dan juga Negara-negara bukan anggota PBB. Jadi kita tidak bisa berprinsip apriori artinya merasa diri benar tanpa melihat kebenaran yang sebenarnya berada di luar di sekeliling kita.
“Sebuah keputusan bisa dicabut, apalagi yang namanya rekomendasi”.
Resolusi MU-PBB 2504 dalam bentuk rekomendasi pembangunan sosial-ekonomi di Papua Barat yang dimandatkan kepada Indonesia telah gagal total, hal tersebut berkenaan dengan berbagai laporan tindakan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Papua Barat kini telah menjadi perhatian Komisioner Tinggi HAM PBB.
Sebuah Resolusi yang dikeluarkan MU-PBB, tidak serta merta menjadi hukum internasional, harus melalui transpormasi untuk menjadi hukum kebiasaan internasional. Dan sebuah resolusi tidak bersifat mutlak atau final, sewaktu-waktu dapat dicabut menurut tata cara PBB, disesuaikan dengan evolusi perkembangan hukum internasional.
Dari kasus Resolusi 3379 yang dikeluarkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1975 dapat membuka mata kita bahwa sebuah resolusi PBB tidak bersifat mutlak dan final.
Resolusi 3379 dikeluarkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1975. Resolusi ini menyatakan bahwa Zionisme adalah sebuah bentuk rasisme. Resolusi ini lolos dengan 72 suara yang mendukung, 35 menolak dan 32 abstain. Jumlah 72 suara yang mendukung ini termasuk 20 negara Arab, 12 negara lainnya dengan mayoritas Muslim, termasuk Turki yang mengakui Israel kala itu, 12 negara komunis, 14 negara Afrika non-Muslim dan 14 negara lainnya termasuk Brasil, India, Meksiko, dan Portugal.
Pencabutan

Pada tahun 1991, situasi dunia internasional menjadi berbeda setelah runtuhnya Uni Soviet, kemenangan pasukan sekutu di Irak yang dipimpin Amerika Serikat dan hegemoni negara adidaya ini di dunia internasional. Maka pada tanggal 16 Desember 1991, Dewan Umum mengeluarkan Resolusi 46/86, yang menarik Resolusi 3379 dengan 111 suara setuju dan 25 suara menolak. Sementara itu ada 13 yang abstain dan 17 delegasi tidak hadir. Sementara itu 13 dari 19 negara Arab, termasuk yang berunding dengan Israel, menolak resolusi ini. Enam lainnya tidak hadir. Tidak ada Negara Arab yang setuju. PLO mengecam keras resolusi ini. Hanya tiga Negara non-Muslim yang menolak resolusi ini: Kuba, Korea Utara dan Vietnam. Hanya satu negara dengan mayoritas penduduk Muslim mendukung resolusi ini, yaitu Albania, lainnya abstain atau tidak hadir. https://id.wikipedia.org/.../Resolusi_3379_Majelis_Umum....
Keputusan MU-PBB 3379 dan Rekomendasi MU-PBB 2504, yang dituangkan dalam bentuk Resolusi, bentuk dan sifatnya sama, yaitu resolusi yang dikeluarkan oleh PBB pada suasana perang dingin, tentunya terlihat ada implikasi atau keterlibatan kepentingan para pihak dalam suasana perang dingin itu. Jadi kesimpulannya tidak tutup kemungkinan Resolusi PBB 2504 akan mengikuti jejak Resolusi PBB 3379. Untuk itu rakyat Papua Barat harus bersatu, bertekun dalam doa dalam satu perjuangan, dan berpengharapan teguh, waktu Tuhan yang akan menjawabnya, wasalam.(Kgr)

Sunday, September 5, 2021

Send Me An Angel ("Kirim Aku Malaikat")

Send Me An Angel ("Kirim Aku Malaikat")
||||||⭐|||||⭐|||||⭐|||||⭐|||||⭐|||||⭐|||||⭐|||||⭐|||||
---------------------------------------------------------------
Orang bijak itu berkata hanya berjalan seperti ini, 
Sampai fajar cahaya... 
Angin akan berhembus ke wajahmu, 
Seperti tahun-tahun berlalu begitu saja. 
Dengarkan suara ini dari dalam, 
Ini panggilan hatimu. 
Tutup mata Anda dan Anda akan menemukan, 
Perjalanan keluar dari kegelapan. 

Saya disini... 
Maukah Anda mengirimkan saya malaikat. 
Saya disini... 
Di tanah bintang pagi. 

Orang bijak itu berkata, cari saja tempatmu, 
Di mata badai. 
Carilah mawar di sepanjang jalan, 
Waspadalah terhadap duri. 

Saya disini... 
Maukah Anda mengirimkan saya malaikat. 
Saya disini... 
Di tanah bintang pagi. 

Orang bijak itu berkata, angkat tangan, 
Dan raihlah mantra itu... 
Temukan pintu ke tanah yang dijanjikan, 
Percayalah pada dirimu sendiri. 
Dengarkan suara ini dari dalam, 
Ini panggilan hatimu. 
Tutup mata Anda dan Anda akan menemukan, 
Jalan keluar dari kegelapan. 

Saya disini... 
Maukah Anda mengirimkan saya malaikat. 
Saya disini... 
Di tanah bintang pagi. 
Saya disini... 
Maukah Anda mengirimkan saya malaikat. 
Saya disini... 
Di tanah bintang pagi.

Selamat Berkarya... Kawan.

WaSalam...!!

Tuesday, August 24, 2021

Realitas !!! Semakin... Semakin

1. Banyak rumah semakin besar, tapi keluarganya semakin kecil.
2. Gelar semakin tinggi, akal sehat semakin rendah.
3. Pengobatan semakin canggih, kesehatan semakin buruk.
4. Travelling keliling Dunia, tapi tidak kenal dengan tetangga sendiri.
5. Penghasilan semakin meningkat, ketentraman jiwa semakin berkurang.
6. Kualitas ilmu semakin tinggi, kualitas emosi semakin rendah.
7. Jumlah manusia semakin banyak, rasa kemanusiaan semakin menipis.
8. Pengetahuan semakin bagus, kearifan semakin berkurang.
9. Perzinahan semakin marak, kesetiaan semakin punah.
10. Semakin banyak teman di dunia maya, tapi tidak punya sahabat yang sejati.
11. Minuman semakin banyak jenisnya, air bersih semakin berkurang jumlahnya.
12. Pakai jam tangan mahal, tapi tak pernah tepat waktu.
13. Ilmu semakin tersebar, adab dan akhlak semakin lenyap.
14. Belajar semakin mudah, Guru semakin tidak dihargai.
15. Teknologi informasi semakin canggih, fitnah dan aib semakin tersebar.
16. Orang yang rendah ilmu banyak bicara, orang yang tinggi ilmu banyak terdiam.
17. Tontonan semakin banyak, tuntunan semakin berkurang. Akhirnya tontonan yang kurang baik, kurang mendidik berkembang jadi tuntunan. Sehingga yang Rusak Makin tambah Rusak.

Sumber: #Filsafat #Refleksi

Source: https://www.facebook.com/RuDelly.WW

Saturday, August 7, 2021

indonesia AKAN keluar Sendiri, Berdoa dan Berdoa: Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy

Pada Tahun 2016, saya mendapat pesan khusus dari Alm. Pdt.. Emeritus Ki'marek Karoba Tawy bahwa perjuangan bangsa Papua telah memasuki era baru karena jawaban yang Tuhan sampaikan kepada almarhum sebagai hamba setia-Nya berbeda. 

Katanya 
"Berdoa, bekerja dan berjuang terus! Indonesia pasti keluar, nanti kaget-kaget mereka akan keluar tanpa kita sadar! Saya tidak tahu maksud Allah apa dengan penglihatan ini"

Kita flashback dulu. 

Saya masih ingat pasa Tahun 1976, ayah saya sebagai Wakil Ketua Klasis Mbogo, berkantor di Kelela sering didatangi paman nya Pdt Mandin Maah Yikwa yang waktu itu ialah Ketua Klasis Mbogo.

Percakapan keduanya selalu seputar apakah perang Papua Merdeka harus terjadi. Sang Paman, Alm. Pdt Mandin Maah Yikwa selalu mengatakan kepada keponakannya, Alm. Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy:
Perang harus dimulai. Kita harus mengusir semua pendatng: misionaris kita usir, orang Indonesia kita usir, orang hitam yang dari luar juga kita usir. Dan kita harus usir sekarang.

Saya juga mendengar balasan dari Alm. Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy seperti berikut:
Ya, om, saya sendiri sudah berdoa berulang-ulang dan Tuhan memberikan penglihatan yang tidak sama dengan kemauan om. Saya diberitahukan Tuhan bahwa banyak dari kita akan mati di hutan-hutan dan perjuangan ini tidak akan berhasil, karena Tuhan tidak setuju.

Pamannya-pun bertanya "Apakah anak tidak setuju Papua Merdeka?" Anaknya menjawab,
Om, saya tidak katakan menolak Papua Merdeka. Yang saya katakan adalah Tuhan tidak setuju, dan Tuhan berulang-ulang tunjukkan kepada saya bahwa kami akan mati banyak. Mungkin anak kecil ini, yang sedang tidur ini (pada waktu itu saya selalu pura-pura tidur di honai laki-laki ayah saya, dalam rangka mendengarkan cerita mereka berdua. Alasan saya menguping karena saya senang mendengarkan mereka berdua berdiskusi tentang Alkitab dan cerita lain)
Alm. Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy berlanjut:
Tuhan bilang saya bahwa saya akan lari ke hutan, saya akan bawa anak-anakku, yaitu cucu-cucumu ini ke hutan. Om sendiri juga akan lari ke hutan, dan mungkin akan mati di hutan.

Kita kembali ke Doa Alm. Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy Saat ini

Pada tahun 2000, bulan Juni, saya, Sem Karoba menyampaikan Pidato Politik selama 1 menit. Judul pidato saya ialah, "Benar lawan tipu!"

Setelah saya berpidato, ayah saya tidak mengatakan apa-apa. Walaupun saya bertemu dengannya selama beberapa menit setelah saya berpidato, saya tidak mengatakan apa-apa.

Saya-pun lanjut dengan tugas-tugas saya untuk membebaskan bangsa saya, terutama tindak-lanjuti pembentukan Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka (DeMMAK).

10 tahun lebih kemudian, yaitu pada tahun 2016, saya bertemu kembali dengan ayah saya, dan bercakap-cakap tentang perjuangan bangsa Papua. Beliau saya temukan, setelah 10 tahun berpisah, berdoa setiap saat, bukan setiap hari, tetapi setiap saat, sambil membaca Alkitab, sambil berdoa, selalu menyertakan dukungan kepada perjungan Papua Merdeka.

Saya-pun menyempatkan diri bertanya-jawab. Saya menanyakan, "Yikwanak, apa yang Allah katakan tentang perjuangan ini?"

Sudah dua kali saya bertanya tidak ada tanggapan serius. Beliau hanya katakan, "Semuanya didukung Tuhan1'

Akan tetapi pada saat saya tanyakan yang ketiga kali, beliau menjawab,
Saya dulu tahun 1975-1976 mendapatkan penglihatan yang berbeda tentang perjuangan ini dari Tuhan. Sekarang ini saya diberitahu Tuhan hal yang berbeda dengan yang dulu. Dulu Tuhan tunjukkan kita semua lari ke hutan, dan banyak sekali yang mati di hutan. Saat ini tidak begitu lagi. Saya diberitahu Tuhan berulang-ulang lagi, bahwa Indonesia sendiri ada keluar diam-diam. Kita kaget sadar bahwa Indonesia sudah keluar, begitu!

Apa artinya buat kita sebagai Oang Asli Papua (OAP) dan sebagai pejuang hak asasi bangsa Papua?

Arti yang pertama ialah bahwa kita harus banyak berdoa dan berpuasa, menggugat Tuhan, menyatakan kehendak kepada Tuhan, melaporkan semua yang terjadi kepada Tuhan.

Arti yang kedua ialah bahwa Tuhan telah mendengarkan doa dan keluhan bangsa Papua, dan NKRI pasti akan keluar. Akan tetapi bangsa Papua sendiri harus melakukan hal-hal yang patut dilakukan seperti
  1. Mempersiapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik West Papua;
  2. Membentuk Pemerintah dan menjalankan pemerintahan sementara sebagaimana sebuah pemerintahan negara;
  3. Berdoa, bedoa dan berpuasa, berpuasa! Menyampaikan semua permohonan kepada Tuhan, karena Tuhan telah menjawab doa-doa dan keluhan bangsa Papua.


Alm. Pdt Emeritus KI'marek Karoba Tawy dan Alm. Pdt. Pranus Silak

Injil ketika pertama kali masuk wilayah bokondini, West Papua. Bpk. Emeritus karoba merupakan orang yg pertama menerima injil dan di babtis pada babtisan pertama 9 orang termasuk beliau di kelela, kemudian beliau menjadi pejuang pewartaan injil pertama, sampai beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada (6, Agustus 2021) beliau tetap eksis dalam pewartaan injil kristus.

Sejak anak laki2 pertama-nya Sem Karoba memutuskan untuk membantu dalam perjuangan Papua Merdeka sejak Mei 2000, Almarhum menjadi pendoa syafaat setiap agar NKRI angkat kaki keluar tanpa banyak pertumpahan Darah OAP.

Singkat cerita.......
berjalannya waktu injil tersebar sampai injil masuk ke suku yali dan misionaris masuk lewat ninia ke koropun dan masuk ke seng solo, kemudian misionaris standael dan filip master

Terbunuh oleh masyarakat di wilayah itu. Setelah kejadian itu Bpk. Pdt. Pranus silak menjadi saksi dari kejadian itu kemudian menerima injil untuk pertama kalinya dan beliau aktif melayani Tuhan sampai hari ini (7, Agustus 2021) telah dipanggil Tuhan.

Selamat jalan ke pangkuan Abraham kedua hamba Tuhan di Rumah bapa di surga. Terima kasih atas perjuangan injil kristus yang sudah di wartakan, sedang di wartakan dan akan di wartakan.

"Selamat jalan orang tua pertahanan, Terima kasih atas dedikasi memajuhkan peradaban manusia West Papua melalui ijil kristus"πŸ’

Ket gambar :
1. Alm. Rev. Emeritus ki'marek karoba Tawy
2. Alm. Pdt. Pranus Silak.

Friday, August 6, 2021

Catatan Singkat tentang "Benar" lawan "Tipu" menurut Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy

 

Alm. Pdt. Emeritus Ki'marek Karoba Tawy

 Di antara melawan dusta atau ketidak-benaran dan membela kebenaran, yang diajarkan Alkitab ialah mengabaikan kedua-duanya, karena berdasarkan hukum alam, yaitu hukum yang ditetapkan Allah untuk dipelajari dan dipatuhi manusia, membela kebenaran bukanlah cara untuk mengalahkan ketidak-benaran atau kesalahan; dan juga menyalahkan kesalahan bukan juga caranya.

  • Kalau begitu apa caranya?

Menurut Alkitab: Injil Yohanes 8:32 TB

dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”<https://www.bible.com/id/bible/306/JHN.8.32.TB>
Menurut Injil Yohanes kita harus mengetahui kebenaran dan dengan demikian secara otomatis kebenaran itu akan mengalahkan dusta. 

Kita sederhanakan dengan contoh. Kalau Anda mau menerangi sebuah ruangan, apakah kita mengurangi gelap? 
Kalau kita harus mengurangi gelap untuk menerangi ruangan, maka itu sebuah tindakan yang tidak akan pernah berhasil, karena kegelapan memang tidak pernah ada.

Yang ada ialah ketiadaan terang. Terang yang absen inilah yang kita beri nama gelap. Sama dengan it, dusta ialah ketiadaan kebenaran. Sama dengan itu, dosa artinya hadirat Allah absen.

Kita ingat waktu manusia memakan buah terlarang di Taman Eden maka kemuliaan Allah lenyap. Hadirat Allah memudar. Oleh sebabnya Allah mencari.manusia dan memanggil "di manakah engkau?"

Untuk mengurangi kegelapan dalam suatu ruang, kita harus menerangi ruangan tersebut dengan lampu. Seterang apa atau segelap apa ruang dimaksud ditentukan oleh seberapa kuat terang yang kita hadirkan. Sebuah lampu pijar atau neon dengan daya yang besar tentu saja akan menerangi ruangan yang besar.

Jadi, untuk mengalahkan gelap, kita tidak berusaha melakukan sesuatu terhadap gelap. Tetapi sebaliknya kita justru menghadirkan dan memperbesar terang dan daya. Karena pada hakekatnya gelap iti tidak pernah ada. Yang ada ialah ketiadaan terang atau.kehilangan kemuliaan Allah.

Sama dengan itu, untuk menghilangkah dingin, kita tidak melakukan apa-apa terhadap atau atas dingin, tetapi yang kita lakukan ialah menghadirkan panas dan selanjutnya bila perlu memperbesar panas. Karena dingin sama dengan kekurangan dan ketiadaan panas.

Sama dengan itu untuk mengalahkan tipu-daya NKRI di West Papua, maka orang Papua tidak perlu mencari-cari, merumuskan dan menyerang kesalahan-kesalahan NKRI di West Papua, akan tetapi orang Papua harus memperbesar hal-hal positive, hal-hal baik, hal-hal yang menguntungkan kalau Papua Merdeka. Bertekun dan bertekun dalam perjuangan. Saling merendahkan diri! Saling mengampuni! Saling memperbaiki! Bersatu di dalam Yesus Kristus.

Untuk menentang ketisak-benaran dan kejahatan NKRI maka West Papua dan ULMWP lewat UUDS NRWP harus mampu menghadirkan kebenaran, kedamaian, Sukacita, harmony agar dinikmati oleh OAP dan orang Amber di Tanah Papua.

Maka secara otomatis, Tuhan akan beperang melawan tipu-daya, teror dan intimidasi, penangkapan semena-mena, pemenjaraan tanpa proses hukum yang adil, peradilan berat sebelah, penyiksaan, bahkan sampai pembunuhan atas orang Papua.

Di hari duka yang mendalam, hari ini ayahnda tercinta Pdt. Emeritus Ki'marek Kaorba Tawy yang telah dipanggil Tuhan pada pukul 01.01 Waktu West Papua di Guest House 8plus1.org Wamena, catatan ini disampaiakn menjadi renungan bersama.


Thursday, August 5, 2021

Selamat Jalan Ayahku Tercinta Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy 01.01 06-08-2021

Pada pukul 01.01 pagi waktu West Papua di Guest House 8pous1.org Wamena, tanggal 06 Agustus 2021 telah berpulang ke rumah Bapa di sorga

PDT EMERITUS KI:MAREK KAROBA TAWY 

saya menyatakan dan menyanyikan

Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory Glory

Terpujilah nama YHWH untuk kekal selama+lamanya

Amin
jadilah kehendak-Mu di Bumi seperti di sorga!