Saturday, August 7, 2021

indonesia AKAN keluar Sendiri, Berdoa dan Berdoa: Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy

Pada Tahun 2016, saya mendapat pesan khusus dari Alm. Pdt.. Emeritus Ki'marek Karoba Tawy bahwa perjuangan bangsa Papua telah memasuki era baru karena jawaban yang Tuhan sampaikan kepada almarhum sebagai hamba setia-Nya berbeda. 

Katanya 
"Berdoa, bekerja dan berjuang terus! Indonesia pasti keluar, nanti kaget-kaget mereka akan keluar tanpa kita sadar! Saya tidak tahu maksud Allah apa dengan penglihatan ini"

Kita flashback dulu. 

Saya masih ingat pasa Tahun 1976, ayah saya sebagai Wakil Ketua Klasis Mbogo, berkantor di Kelela sering didatangi paman nya Pdt Mandin Maah Yikwa yang waktu itu ialah Ketua Klasis Mbogo.

Percakapan keduanya selalu seputar apakah perang Papua Merdeka harus terjadi. Sang Paman, Alm. Pdt Mandin Maah Yikwa selalu mengatakan kepada keponakannya, Alm. Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy:
Perang harus dimulai. Kita harus mengusir semua pendatng: misionaris kita usir, orang Indonesia kita usir, orang hitam yang dari luar juga kita usir. Dan kita harus usir sekarang.

Saya juga mendengar balasan dari Alm. Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy seperti berikut:
Ya, om, saya sendiri sudah berdoa berulang-ulang dan Tuhan memberikan penglihatan yang tidak sama dengan kemauan om. Saya diberitahukan Tuhan bahwa banyak dari kita akan mati di hutan-hutan dan perjuangan ini tidak akan berhasil, karena Tuhan tidak setuju.

Pamannya-pun bertanya "Apakah anak tidak setuju Papua Merdeka?" Anaknya menjawab,
Om, saya tidak katakan menolak Papua Merdeka. Yang saya katakan adalah Tuhan tidak setuju, dan Tuhan berulang-ulang tunjukkan kepada saya bahwa kami akan mati banyak. Mungkin anak kecil ini, yang sedang tidur ini (pada waktu itu saya selalu pura-pura tidur di honai laki-laki ayah saya, dalam rangka mendengarkan cerita mereka berdua. Alasan saya menguping karena saya senang mendengarkan mereka berdua berdiskusi tentang Alkitab dan cerita lain)
Alm. Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy berlanjut:
Tuhan bilang saya bahwa saya akan lari ke hutan, saya akan bawa anak-anakku, yaitu cucu-cucumu ini ke hutan. Om sendiri juga akan lari ke hutan, dan mungkin akan mati di hutan.

Kita kembali ke Doa Alm. Pdt Emeritus Ki'marek Karoba Tawy Saat ini

Pada tahun 2000, bulan Juni, saya, Sem Karoba menyampaikan Pidato Politik selama 1 menit. Judul pidato saya ialah, "Benar lawan tipu!"

Setelah saya berpidato, ayah saya tidak mengatakan apa-apa. Walaupun saya bertemu dengannya selama beberapa menit setelah saya berpidato, saya tidak mengatakan apa-apa.

Saya-pun lanjut dengan tugas-tugas saya untuk membebaskan bangsa saya, terutama tindak-lanjuti pembentukan Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka (DeMMAK).

10 tahun lebih kemudian, yaitu pada tahun 2016, saya bertemu kembali dengan ayah saya, dan bercakap-cakap tentang perjuangan bangsa Papua. Beliau saya temukan, setelah 10 tahun berpisah, berdoa setiap saat, bukan setiap hari, tetapi setiap saat, sambil membaca Alkitab, sambil berdoa, selalu menyertakan dukungan kepada perjungan Papua Merdeka.

Saya-pun menyempatkan diri bertanya-jawab. Saya menanyakan, "Yikwanak, apa yang Allah katakan tentang perjuangan ini?"

Sudah dua kali saya bertanya tidak ada tanggapan serius. Beliau hanya katakan, "Semuanya didukung Tuhan1'

Akan tetapi pada saat saya tanyakan yang ketiga kali, beliau menjawab,
Saya dulu tahun 1975-1976 mendapatkan penglihatan yang berbeda tentang perjuangan ini dari Tuhan. Sekarang ini saya diberitahu Tuhan hal yang berbeda dengan yang dulu. Dulu Tuhan tunjukkan kita semua lari ke hutan, dan banyak sekali yang mati di hutan. Saat ini tidak begitu lagi. Saya diberitahu Tuhan berulang-ulang lagi, bahwa Indonesia sendiri ada keluar diam-diam. Kita kaget sadar bahwa Indonesia sudah keluar, begitu!

Apa artinya buat kita sebagai Oang Asli Papua (OAP) dan sebagai pejuang hak asasi bangsa Papua?

Arti yang pertama ialah bahwa kita harus banyak berdoa dan berpuasa, menggugat Tuhan, menyatakan kehendak kepada Tuhan, melaporkan semua yang terjadi kepada Tuhan.

Arti yang kedua ialah bahwa Tuhan telah mendengarkan doa dan keluhan bangsa Papua, dan NKRI pasti akan keluar. Akan tetapi bangsa Papua sendiri harus melakukan hal-hal yang patut dilakukan seperti
  1. Mempersiapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik West Papua;
  2. Membentuk Pemerintah dan menjalankan pemerintahan sementara sebagaimana sebuah pemerintahan negara;
  3. Berdoa, bedoa dan berpuasa, berpuasa! Menyampaikan semua permohonan kepada Tuhan, karena Tuhan telah menjawab doa-doa dan keluhan bangsa Papua.


No comments:

Post a Comment