Oleh Yikwanak Kole
Pernahkah Anda merasa bahwa hidup ini tidak adil?
Bahwa nasib buruk yang menimpa Anda, keluarga, atau bahkan bangsa adalah kesalahan orang lain? Pemerintah yang korup, orang tua yang tidak mendukung, teman yang menghianati, atau sistem yang menindas?
Sekarang, bayangkan sebuah prinsip yang mungkin akan mengubah cara Anda memandang hidup selamanya:
"Dunia ini adalah ciptaanmu sendiri."
Ini berarti bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Anda—baik suka maupun duka—tidak sepenuhnya disebabkan oleh orang lain, melainkan oleh pikiran, keyakinan, dan tindakan Anda sendiri.
Mengapa Kita Suka Menyalahkan Orang Lain?
Menyalahkan pihak luar adalah mekanisme pertahanan psikologis yang membuat kita merasa lebih nyaman. Daripada mengakui bahwa kita mungkin ikut berkontribusi pada masalah, lebih mudah untuk mengatakan:
- "Saya miskin karena pemerintah tidak adil."
- "Hubungan saya hancur karena pasangan saya egois."
- "Saya gagal karena orang tua tidak mendukung."
Namun, pola pikir seperti ini justru membuat kita terjebak dalam mentalitas korban—sebuah kondisi di mana kita merasa tidak berdaya dan selalu bergantung pada faktor eksternal untuk perubahan.
Jika Dunia Adalah Ciptaan Anda, Maka Anda Bertanggung Jawab
Prinsip "Dunia ini adalah ciptaanmu sendiri" berasal dari pemahaman bahwa:
Pikiran Anda Membentuk Realitas
Apa yang Anda fokuskan, itulah yang Anda tarik. Jika Anda terus-memusuhi kegagalan, Anda akan melihat lebih banyak kegagalan. Jika Anda yakin bahwa hidup ini keras, maka hidup akan terasa lebih keras bagi Anda.
Tindakan Anda Menciptakan Hasil
Jika Anda terus-menerus mengeluh tetapi tidak berusaha mengubah keadaan, maka hasilnya akan tetap sama. Sebaliknya, jika Anda mengambil tanggung jawab, Anda mulai melihat peluang baru.Keyakinan Anda Membatasi atau Memperluas Hidup Anda
Jika Anda yakin bahwa "orang seperti saya tidak mungkin sukses," maka Anda akan membuktikan keyakinan itu benar. Tapi jika Anda percaya bahwa Anda bisa berubah, maka jalan baru akan terbuka.
Bagaimana Berhenti Menyalahkan Orang Lain?
Bertanya: "Apa Peran Saya dalam Masalah Ini?"
Daripada menyalahkan orang lain, tanyakan pada diri sendiri:- Apakah saya bisa mengambil tindakan berbeda?
- Apakah pola pikir saya memperburuk situasi?
Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan
Ganti Narasi Korban dengan Narasi Kekuatan
"Saya memilih untuk tetap di sini sambil mencari cara meningkatkan skill saya."
Ambil Tanggung Jawab, Bukan Kesalahan
Tanggung jawab bukan tentang mengakui bahwa Anda "bersalah," melainkan tentang mengakui bahwa Anda punya kekuatan untuk mengubah keadaan.
Apa yang Terjadi Jika Anda Berhenti Menyalahkan?
Anda Merasa Lebih Berdaya – Ketika Anda berhenti menjadi korban, Anda mulai melihat solusi.
Hidup Menjadi Lebih Ringan – Tidak perlu marah-marah pada dunia, karena Anda fokus pada apa yang bisa diperbaiki.
Anda Menciptakan Realitas yang Lebih Baik – Dengan mengubah cara berpikir dan bertindak, hasil dalam hidup pun berubah.
Kesimpulan
Jika dunia adalah ciptaan Anda sendiri, maka Anda adalah arsitek nasib Anda. Berhenti menyalahkan orang lain bukan berarti mengabaikan ketidakadilan, melainkan mengambil kembali kekuatan Anda untuk berubah.
Mulai hari ini, cobalah bertanya:
"Apa yang bisa saya lakukan untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi diri saya?"
Karena pada akhirnya, hidup bukanlah tentang apa yang terjadi pada Anda, tetapi tentang bagaimana Anda meresponsnya.
Wa Nogoba Yikwanak liru mbanak yi abu omawi worak o wa wa wa🙏
ReplyDelete