Tuesday, April 1, 2025

TUJUAN TERSELUBUNG PEMEKARAN WILAYAH PAPUA ADALAH CARA TERAKHIR NKRI UNTUK MENGGAGALKAN PAPUA BARAT YANG KINI TELAH BERADA DI DEPAN PINTU GERBANG EMAS KEMERDEKAANNYA

MIMBAR PENDIDIKAN POLITIK SERI 30.
.
1 April 2025
Oleh: Jacob Rumbiak.
Accademic and senior Reseach Associate.

Ketika reformasi bergulir di NKRI pada tahun 1999, Timor Timor berhasil memenangkan perjuangannya menggapai kemerdekaan Timor Leste, dan ketika itu pula Kongres Rakyat Papua 2 di tahun 2000 mayoritas rakyat Papua secara bermartabat memohon NKRI di bawah Presiden ke 3 Habibie dan Presiden NKRI ke 4 Abdulrahman Wahid agar menyerahkan hak kemerdekaan kepada orang Papua yang dijamin Pembukaan UUD Republik Indonesia Alinea Pertama.
Untuk merespon tuntutan Papua merdeka, pemerintah NKRI di bawah Presiden ke 5 Megawati soekarnoputri menawarkan OTSUS(UU Otsus nomor 21 tahun 2001) kepada orang Papua, dimana semua orang telah memahami dengan sangat jelas bahwa OTSUS bermakna WING WING SOLUSI POLITIK. Kenyataannya uang otsus dinikmati oleh para pejabat orang asli Papua maupun pendatang dengan se-enaknya angkuh dan sombong. Sedangkan orang-orang asli Papua aktivis Papua Merdeka secara diam pantau dan nonton para pejabat orang asli Papua yang tak tahu malu hidup berpesta pora di atas perjuangan para pejuang Papua Merdeka yang telah disiksa, dipenjarakan, dihina dan sesama pejuang yang telah gugur dalam perjuangan Papua Merdeka.
Penulis yang juga adalah aktor pejuang kemerdekaan yang pernah melewati jalan sengsara dalam perjuangan panjang hanya bisa senyum dan menyaksikan para pejabat sesama orang Papua yang hidup mewah menikmati uang otsus WING WING SOLUSI POLTIK.
Orang asli Papua yang telah dan dikini menjabat sebagai orang nomor 1 ditingkat Propinsi, kabupaten, distrik hingga desa secara langsung maupun tidak langsung telah berkompromi dan bersekongkol dengan kebijakkan NKRI untuk memekarkan seluruh wilayah Tanah Papua yang memiliki TUJUAN TERSELUBUNG yakni perbanyak jumlah kekuatan angkatan perang NKRI untuk menghambat perjuangan kemrdekaan Papua merdeka.
Penambahan wilayah berarti penambahan kekuatan angkatan perang NKRI.
Perlu kita memahami dengan benar peta kekuatan angkatan perang ditingkat nasional hingga desa. Karena khusus Papua diterapkannya penambahan Propinsi hingga desa maka penulis memperlihatkan tinkatan komando militer mulai dari tingkat propinsi hingga desa sebagaimana dibwah ini.
Komando Daerah Militer (disingkat Kodam) adalah komando utama pembinaan dan operasional kewilayahan TNI Angkatan Darat.
Kodam merupakan kompartemen strategis yang memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan kesiapan operasional atas segenap komandonya dan operasi pertahanan aktif di darat sesuai kebijakan Panglima TNI. Sebuah Kodam dipimpin oleh seorang Panglima Kodam atau disingkat Pangdam yang berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen TNI).
Kekuatan Kodam terdiri dari Komando Resor Militer (Korem), yang membawahi Komando Distrik Militer (Kodim), yang membawahi Komando Rayon Militer (Koramil), yang membawahi Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Mari kita hitung berapa propinsi baru yang sah ditetapkan oleh NKR sekaligus kabupaten baru distrik baru hingga desa baru di seluruh tanah Papua.
A.Propinsi Papua.
1. Kabupaten Biak Numfor,
2. Kabupaten Jayapura,
3. Kabupaten Keerom,
4. Kabupaten Kepulauan Yapen.
5. Kabupaten Waropen.
6. Kabupaten Sarmi .
7. Supiori.
B. Propinsi Papua Barat
1. Kabupaten Fak fak
2. Kabupaten Kaimana
3. Kabupaten Manokwari
4. Kabupaten Manokwari Selatan.
5. Kabupaten Pegunungan Arfak
6. Kabupaten Teluk Bentuni.
7. Kabupaten Teluk Wondama
C. Propinsi Papua Selatan
1. Kabupaten Asmat
2. Kabupaten Digul
3. Kabupaten Mapi.
4. Kabupaten Merauke.
D. Propinsi Papua Barat Daya
1. Kabupaten Kota Sorong
2. Kabupaten Sorong Selatan.
3. Kabupaten Maybrat.
4. Kabupaten Raja Ampat
5. Kabupaten Tambrauw
E. Propinsi Pegunungan Tengah
1.Kabupaten Jayawijaya,
2. Kabupaten Lanny Jaya,
3. Kabupaten Mamberamo Tengah,
4. Kabupaten Nduga,
5.Kabupaten Pegunungan Bintang,
6. Kabupaten Tolikara,
7. Kabupaten Yalimo, dan
8. Kabupaten Yahukimo.
F. Propinsi Papua Tengah
1. Kabupaten Nabire,
2. Kabupaten Mimika,
3. Kabupaten Dogiyai,
4. Kabupaten Deiyai,
5. Kabupaten Intan Jaya,
6. Kabupaten Puncak,
7. Kabupaten Puncak Jaya,
8. Kabupaten Paniai.
Berdasarkan data resmi Departemen Dalam Indonesia mencatat bahwa di atas Tanah Papua telah resmi berdiri ENAM PROPINSI dan MEMILIKI 39 KABUPATEN.
Di Bulan Maret 2025 DPRI telah meloloskan 32 DOB diseluruh Tanah Papua sehingga selurh wilayah Tanah Papua terdapat 61 Kabupaten.
ARTINYA penambahan KODAM (Komando Daerah Militer), KOREM (Komando Resort Militer), KODIM (Komando Distrik Militer), KORAMI (Komando Rayon Militer dan BABINSA (Bintara Pembina Desa).
Penguasa pemerintahan militerisme bangsa asing NKRI SADAR bahwa OTSUS telah gagal total dan kemerdekaan Papua telah berada di depan pintu gerbang kemerdekaannya, maka satu-satunya jalan terakhir NKRI mempertahankan wilayah Papua tanah jajahan NKR adalah lewat MELEGALKAN SEMUA CARA ( CARA HARAM DAN HALAL) untuk mempertahankan wilayah Papua tanah jajahan NKRI dan kini NKRI sadar benar bahwa HANYA SATU SATUNYA CARA TERAKHIR ADALAH MENGGUNAKAN KEKUATAN ANGKATAN PERANGNYA yang disusup lewat AGENDA TERSELUBUNGNYA YAKNI PEMEKARAN SELURUH WILAYAH PAPUA yang di identik dengan seluruh wilayah Papua wajib dipenuhi dengan kekuatan angkatan perang NKRI sebagai satu satunya solusi akhir mempertahankan Papua bagian dari NKRI.
PERTANYAAN: Apakah tujuan terselubung yang jahat ini bisa berhasil?
JAWAB: NKRI PASTI GAGAL DENGAN RENCANA JAHATNYA ITU DAN DIKEMUDIAN HARI SEJARAH AKAN MENCATAT KEJAHATAN TERSELURBUNG TERSEBUT SEKALIGUS SEJARAH ITU PULA AKAN MELEBELKAN STIKMA PENJAJAH KEPADA NKRI YANG ANGKUH DAN JAHAT TERSEBUT.
Kenapa saya berani menjawab NKRI pasti gagal? Sebab cara yang sama NKRI gunakan di Timor Timor lewat pamerkan kekuatan milternya untuk mempertahankan Timor Timor yang berakhir gagal sekaligus menelang kekalahan pahit yang memalukan, rakyat Timor Leste keluar sebagai pemenang lahirlah Negara Timor Leste yang kita kenal hari ini.
WAKTU AKAN MENJELASKAN KEPADA SEMUA KITA BAHWA RENCANA JAHAT NKRI AKAN BERAKHIR DENGAN SIA SIA DAN MEMALUKAN..

In Kaizen: The Japanese Method for Transforming Habits, One Small Step at a Time

In Kaizen: The Japanese Method for Transforming Habits, One Small Step at a Time, Sarah Harvey introduces readers to the powerful philosophy of Kaizen, a Japanese approach to continuous improvement. Rooted in the belief that small, incremental changes can lead to profound transformations over time, Kaizen emphasizes patience, consistency, and mindfulness. Harvey blends practical advice with cultural insights, illustrating how this method can be applied to personal growth, relationships, work, and more. Here are 10 key lessons and insights from this inspiring book.

1. Start Small, but Start Now
The central tenet of Kaizen is that significant change begins with small, manageable steps. Rather than overhauling your life all at once, simply starting with one tiny action builds momentum and creates lasting change over time.

2. Consistency Is More Important Than Speed
Harvey emphasizes that Kaizen is about persistence, not quick results. Making small, consistent improvements over time is more effective and sustainable than trying to achieve a major change overnight. Kaizen is a long-term mindset.

3. Break Down Big Goals into Tiny Steps
Big goals can feel overwhelming, which often leads to procrastination. Kaizen encourages breaking down ambitious goals into smaller, manageable actions, making them approachable and easier to accomplish.

4. Eliminate Perfectionism
Perfectionism often prevents people from starting something new. Kaizen teaches that progress doesn’t have to be perfect—what matters is taking small steps forward, even if they’re imperfect or messy.

5. Create Habits Through Repetition
Harvey explains that small actions repeated consistently over time form habits. By starting with one small, positive change, you can gradually build habits that support your goals and values.

6. Celebrate Small Wins
Kaizen encourages celebrating even the smallest achievements. Recognizing progress, no matter how minor, builds motivation, confidence, and a sense of accomplishment, which keeps you moving forward.

7. Focus on the Process, Not Just the Outcome
Harvey highlights the importance of enjoying the journey, not just focusing on the destination. Kaizen teaches that the process of improvement itself is valuable and fulfilling, regardless of the outcome.

8. Use Mindfulness to Identify Areas of Improvement
Kaizen requires self-awareness and mindfulness to identify areas where small changes can make a big difference. By reflecting on your habits and behaviors, you can determine where to focus your efforts for the most meaningful impact.

9. Embrace Failure as a Learning Opportunity
Rather than fearing failure, Kaizen encourages viewing setbacks as opportunities to learn and grow. Each mistake is a chance to adjust your strategy and continue improving.

10. Kaizen Is a Lifestyle, Not a One-Time Fix
Ultimately, Kaizen is about adopting a mindset of continuous improvement in all areas of life. It’s not a one-time effort but a lifelong commitment to growth, learning, and striving to be a little better each day.

Kaizen by Sarah Harvey is a practical and inspiring guide to achieving meaningful change through small, consistent steps. By introducing readers to the Japanese philosophy of continuous improvement, Harvey empowers them to transform their lives without the overwhelm of drastic changes or perfectionist expectations.

The central message of the book is that lasting transformation is built on small, intentional actions over time. By focusing on consistency, mindfulness, and patience, you can create positive changes in every area of your life. This book is a powerful reminder that the smallest steps can lead to the biggest changes when approached with intention and persistence.

BOOK: https://amzn.to/3WP3Xuw

You can ENJOY the AUDIOBOOK for FREE (When you register for Audible Membership Trial) using the same link above.