Friday, September 20, 2024

Yikwanak.com: Understanding "Free To..." and "Free From..."

Freedom To and Freedom From
The concepts of "freedom to" and "freedom from" are fundamental to understanding individual liberties and societal rights. They represent two distinct aspects of freedom, often interrelated but requiring different considerations.

Freedom To
 * Definition: This refers to the positive liberty of an individual to do something, to act or choose without hindrance. It's about the ability to pursue one's goals, express oneself, and live life as desired.
 * Examples:
   * Freedom of speech: The right to express oneself without fear of censorship or reprisal.
   * Freedom of religion: The right to practice one's faith without interference or discrimination.
   * Freedom of assembly: The right to gather peacefully with others.
   * Freedom of movement: The right to travel freely within and beyond one's country.

Freedom From
 * Definition: This refers to the negative liberty of an individual to be free from interference or restraint. It's about the absence of external constraints that limit one's choices or actions.
 * Examples:
   * Freedom from slavery: The right to be free from involuntary servitude.
   * Freedom from torture: The right to be free from physical or psychological pain inflicted by others.
   * Freedom from discrimination: The right to be free from unjust or prejudicial treatment based on factors like race, gender, religion, or sexual orientation.
   * Freedom from arbitrary arrest: The right to be free from detention without due process of law.
Interrelationship: While these concepts are distinct, they often overlap. For example, freedom of speech requires both the "freedom to" express oneself and the "freedom from" censorship. Similarly, freedom from discrimination involves both the "freedom from" prejudicial treatment and the "freedom to" live without fear of such treatment.
Understanding the nuances between "freedom to" and "freedom from" is crucial for evaluating the balance between individual rights and societal obligations, as well as for advocating for just and equitable societies.

Tuesday, September 17, 2024

According to Sitchin, the Anunnaki genetically engineered homo erectus

According to Sitchin, the Anunnaki genetically engineered homo erectusIn his 1976 book The Twelfth Planet, Russian-American author Zecharia Sitchin claimed that the Anunnaki were actually a race of extraterrestrial beings from the undiscovered planet Nibiru, who came to Earth around 500,000 years ago in order to mine gold.

According to Sitchin, the Anunnaki genetically engineered homo erectus to create modern humans to work as their slaves. Sitchin claimed that the Anunnaki were forced to leave Earth when Antarctic glaciers melted, causing the Flood of Noah, which also destroyed the Anunnaki’s bases on Earth. These had to be rebuilt and the Nephilim, needing more humans to help in this massive effort, taught them agriculture.

Ronald H. Fritze writes that, according to Sitchin, “the Annunaki built the pyramids and all the other monumental structures from around the world that ancient astronaut theorists consider so impossible to build without highly advanced technologies. 

“Sitchin also claimed that the Anunnaki had left behind human-alien hybrids, some of whom may still be alive today, unaware of their alien ancestry. Sitchin expanded on this mythology in later works, including The Stairway to Heaven (1980) and The Wars of Gods and Men (1985). In The End of Days: Armageddon and the Prophecy of the Return (2007), Sitchin predicted that the Anunnaki would return to earth, possibly as soon as 2012, corresponding to the end of the Mesoamerican Long Count calendar.

Friday, September 13, 2024

Dr Ibrahim Peyon: 1 Danau dengan 5 Sungai Mengalir ke Seluruh Penjuru Bumi

Gambar Dr. Peyon

Satu pemandangan alam menarik, danau ini terletak di atas ke tinggian 3.605 meter di sebuah lembah, gunung-gunung sekitarnya mencapai 3.700-3.900 meter. Tempat ini menjadi bagian dalam sejarah perjalanan Yeli, dalam sejarah penciptaan dan persebaran manusia, meskipun tempat ini bukan pusat sejarah itu. Keajaibanya adalah dari danau ini keluar lima sungai besar dan mengalir ke berbagai arah. Mugi ke arah barat, Yahuli arah timur, Sibi arah utara, Heluk dan Seng arah selatan.

---------

Enam puluh tahun lalu, para misionaris bersama orang-orang tua kami berjuang untuk perkembangan injil, pendidikan, kesehatan, dan berbagai kemajuan saat ini. 
Mereka menghadapai berbagai tantangan, penghinaan, kemarahan, dan sebagian orang tua dan keluarga mereka telah kehilangan nyawa mereka. Banyak orang Yali di banyak kampung lain menolak Injil dan kemajuan saat ini, mereka mengatakan Injil itu milik sentan dan kemajuan berkembangan itu kejahatan dan injil akan merusak ekonomi dan kesuburan. Mereka mengatakan hanya usasum dan muruwal yang akan bawa kemakmuran, kesuburan, kekayaan, wibawa, dan mereka tetap mempertahankan Usasum dan Muruwal. Menurut mereka, usasum dan muruwal adalah segalanya, melalui muruwal laki-laki meningkatkan status mereka dan perempuan direndahkan. 
Orang yang ikut muruwal dianggap menjadi laki-laki sempurna, dan belum ikut muruwal dianggap belum menjadi laki-laki. Pandangan ini juga kita lihat dalam beberapa komentar dalam status ini. Tetapi, orang Yali tidak mengakui bahwa semua hal itu diciptakan oleh perempuan termasuk muruwal. Status seseorang menjadi laki-laki atau perempuan tidak ditentukan oleh usasum dan muruwal tetapi kodrati, status simbolisme laki-laki dan perempuan saat ini ditentukan oleh pendidikan, jabatan politik dan birokrasi, ekonomi dan bisnis, dan kemajuan pembangunan. 
Jadi, bila seseorang klaim status sebagai laki-laki secara simbolis dengan dasar muruwal dan usasum, tidak memiliki arti sama sekali. Karena status laki-laki simbolik usasum dan muruwal tidak mengubah dunia dan tidak bawa berubahan besar, sebaliknya yang ada adalah kejahatan dan ilmu sihir, dimana mereka yang ikut muruwal gunakan lukuram dan jenis ilmu hitam lain untuk niat jahat. Gunakan lukuram dengan niat jahat ini disebut ilmu sihir. Saat ini orang ditakuti karena status pendidikan tinggi, keahlian dan pengetahuan, dengan itu mengubah dunia. Itulah disebut laki-laki dalam konteks saat ini. 
Peristiwa itu terjadi 60 tahun lalu, oleh orang tua kita. Tetapi, fakta hari ini, Injil sudah berkembang dan besar. Injil telah membawa berbagai perubahan hingga saat ini. Banyak orang Yali terima injil, menjadi Kristen, banyak orang muda Yali sekolah, tahu baca dan tulis, dan bekerja di berbagai tempat. Termasuk mereka yang orang tuanya menentang injil dulu, mereka kini sudah maju.
Semua komentar yang ditulis di facebook ini adalah hasil perjuangan orang tua kami dulu itu, mereka berjuang maka kami tahu tulis dan membaca, tetapi mereka yang menentang injil itu dan tidak bisa menghadirkan kemajuan bagi orang Yali hingga mereka tua dan meninggal. Kami tidak lihat hasil mereka saat ini.
Hanya dalam waktu 60 tahun segala sesuatu telah berubah, dan saya yakin apa yang diperdebatkan hari ini di media sosial ini adalah bagian dari peristiwa 60 tahun ini. Saya yakin, 60 tahun ke depan akan berubah dan menerina kenyataan perubahan itu. 
Perbedaan pendapat dalam status facebook ini soal biasa, perbedaan pendapat itu tidak memisahkan persatuan dan bersaudaraan. Tuhan Yesus berkati kita semua.